Saturday, December 11, 2004

Pembantaian Peradaban di Palestina

mungkin kita tidak bisa menyampaikan tutur saat kita tidak begitu mengerti tentang apa yang terjadi disana.

Banyak sekali orang yang tidak mengenal Islam atau sejarah negeri-negeri Islam, yang bertanya pada saya mengapa 'kita' begitu sangat peduli dengan Palestina.

Dan dengan pembahasaan masalah yang sesuai dan termudah untuk orang yang sedang dihadapi (karena banyak dan berbeda; dari SMP sampai manula) saya mencoba menerangkan tentang apa yang terjadi di Palestina. Dan terkadang itu tidak mudah, mengingat banyak sekali pemutarbalikkan fakta yang dilakukan oleh Israel dan Pers Barat, tentang masalah ini.

Begini saja, sebagai warga dunia, kita tahu tentang penjajahan? ada juga yang mungkin tahu tentang rasa lapar? atau tentang kematian orang-orang yang dicintai? atau tentang penderitaan, himpitan hidup?

ada juga yang mungkin mengerti tentang teror? tentang kekerasan yang terjadi setiap hari? tentang diusir dari tanah kelahiran sendiri? tentang letusan bom, rentetan peluru, serangan tank baja? tentang peruntuhan rumah oleh buldozer besar?

semua dilakukan dengan semena-mena, dengan tanpa alasan, dengan tanpa pertimbangan kemanusiaan sedikitpun.

Dan saat rakyat Palestina berusaha untuk meraih kembali kemerdekaan mereka dari tangan bangsa Israel, mereka, seperti layaknya para penjajah lainnya di dunia, berusaha untuk terus menyiksa dan menindas bangsa Palestina.

Apa yang tengah terjadi di Palestina nun jauh disana adalah perulangan kembali dari sejarah penjajahan. Sesuatu yang kita sepakati bersama untuk dihapuskan di atas dunia.

Hingga saat ini, telah banyak korban jatuh. Hingga saat ini

Banyak waktu untuk kita bisa berkata segala hal tentang mereka. Dan bisa juga seperti banyaknya jumlah waktu yang tersedia, sebagian dari kita mungkin saja memiliki sejumlah sumber daya atau potensi untuk membantu mereka.

Telah dilakukan berbagai perlawanan di dalam negeri, sejak 17 tahun yang lalu. Melalui gerakan Intifahdah. Gerakan ini sama dengan upaya gerilya bangsa kita yang dilakukan untuk akhirnya Indonesia bisa meraih kemerdekaan dan berproklamasi di tahun 1945. Proklamasi yang bahkan hampir dihapus dari sejarah dan disimpangkan dalam catatan sejarah dengan konfrensi meja bundar yang tak masuk akal itu. Hingga sebagian penduduk dunia menyangka bahwa kemerdekaan Indonesia adalah hadiah dari Belanda.

Hanya, perjuangan mereka jauh lebih pahit. Bangsa Israel tidak memiliki sedikitpun belas kasih. Mereka dan kebiadabannya terus mematikan semua peluang, tenaga, dan kesempatan untuk setiap penduduk negeri Palestina memperjuangkan kemerdekaannya.

Hingga satu-satunya perjuangan yang bisa mereka lakukan adalah dengan menghantar nyawa dan meledakkan raga mereka, untuk 'menyerang' kawasan Israel. Bayangkan betapa pedihnya perjuangan mereka itu...

Tidak ada kesempatan untuk berperang secara terbuka, untuk membela diri, untuk mengajukan ke pengadilan, untuk mengupayakan pembelaan diri mereka atas apa yang dilakukan bangsa Israel. Tidak ada sedikitpun.

Padahal merekalah yang memiliki hak atas tanah itu. Namun perjanjian sepihak yang dilakukan Amerika, Israel dan Inggris di Camp David membuat mereka dengan sepihak mengklaim tanah Palestina dan mendirikan Negara Israel.

Lihat bahwa tidak ada sedikitpun kesempatan bagi bangsa Palestina untuk membela dirinya. Mereka bahkan tidak disertakan pada perundingan tersebut.

Dan semua hal diatas adalah bila kita bertutur dengan bahasa diplomasi, dimana kenaifan pemahaman fakta dilakukan secara bulat dan bahkan hampir menegasikan realitas.

Bila kita melihat saja, dengan mudah, tidak perlu bersikap naif atau apatis, kita akan mendapati bahwa disana ada penderitaan yang sangat-sangat pahit. Perjuangan yang menghantar nyawa.. dan kita disini hanya bisa terpana sementara saudara kita disana berperang setiap detiknya, dan menghadapi resiko kehilangan nyawa kapan saja.

Upaya diplomasi kini bangkit dengan seluruh dunia menghantarkan kepedulian dan menyuarakan solidaritas bersama atas apa yang terjadi disana di tanah Palestina.

Kita sering mendengar tentang berbagai keberatan anggota PBB terhadap kebiadaban yang dilakukan Israel di Palestina, namun upaya dari hampir seluruh bangsa-bangsa yang ada di dunia untuk menyelamatkan Palestina, tapi yang terjadi adalah berkali-kali turunnya veto dari Amerika untuk menggagalkan tindakan penindakan yang ingin dilakukan lembaga oleh lembaga itu terhadap kebiadaban Israel.

Dan akhirnya dunia kembali hanya terpana menyaksikan semua itu terjadi. Kofi Annan, sekjen PBB, telah menyerukan kepada seluruh dunia untuk menghentikan Islamophobia.

Dan ini sebuah pertanda bahwa dunia telah mulai membuka matanya, dan telah menyadari kejahatan yang nyata yang dilakukan Amerika dan Israel, dan telah menyadari siapa penjahat sesungguhnya.

Namun kini seluruh dunia masih sepertinya terperdaya dan terkungkung dengan kerangkeng yang dibuat oleh Amerika dan Israel terhadap seluruh dunia.

Dan tidak menyadari besarnya Bahaya Peradaban dan perihnya Tragedi Kemanusiaan yang tengah terjadi di tanah Palestina.

ada penuturan di bawah ini, dari yang menjalani sendiri beratnya kehidupan disana, di Palestina;

Tamimi: Pembantaian Peradaban Mengancam Al-Quds dan Al-Aqsha



COMES: Syeikh Taisir Tamimi, ketua Majlis Pengadilan Tinggi Syariat di Palestina Rabu kemarin (1/11/04) menghasung kepada bangsa Arab dan umat Islam secara umum agar segera menyelamatkan kota Al-Quds (Jerusalem) dan masjid Al-Aqsha dari kekejaman penajajah Israel sebelum terlambat.

Dalam pernyataan yang disampaikan usai pertemuannya dengan mufti Libanon Syekh Muhammad Rasyid Qabbani, Syekh Tamimi menegaskan bahwa pemerintah penjajah Israel sedang melakukan pembantaian peradaban terhadap kota Al-Quds (Jerusalem) dengan menghapus symbol-simbol arab dan islam. Ia menegaskan bahwa masjid Al-Aqsha sedang menghadapi ancaman bahaya dari pemerintah penjajah Israel. Israel sedang menyiapkan rencana yang kini sedang dikendalikan pemerintah kota untuk mengubah kota Al-Quds menjadi kota Yahudi secara keseluruhan. Karena, Tamimi menyerukan agar ulama, rakyat dan penguasa untuk berdiri membela rakyat Palestina.

Dengan tegas Tamimi menghimbau bahwa semua elemen umat Islam dan Arab untuk menyadari bahwa nasib mereka satu yaitu terancam oleh Israel. Sebab Israel mengincar bangsa Arab dan kawasan Timteng secara keseluruhan. Tamimi menilai bahwa permusuhan-permusuhan Israel terhadap rakyat Palestina dan tempat-tempat sucinya bertujuan menghilangkan identitas bangsa Arab dan Islam. Ini barangkali yang dimaksud “penyembelihan peradaban” Islam oleh Syekh Tamimi. (ATB)

diambil dari sumber :
http://www.infopalestina.com/viewall.asp?id=4131

=manusia dan dunia dan pertanggungjawaban atasnya=

Semoga cukup untuk kita menyadari beratnya tanggung jawab kita untuk membantu bangsa Palestina. tanggung jawab itu ada di setiap kita..

dan kali ini,
diharapkan,
seluruh dunia,
bergerak dan maju bersama
membela Palestina..
Membantu Membebaskannya..

Bebaskan Palestina!! Bebaskan Palestina!!
Runtuhkan kekuasaan Israel di atas Dunia!!
Bebaskan Palestina!!
Allahu Akbar!!
bangkitkan seluruh kekuatan dari Langit dan Bumi dan seluruh manusianya, dengan izin Allah..
Bebaskan Palestina!!
Dukung Intifadhah!!
Sekarang juga!

1 Comments:

Blogger untukmu cinta-ku said...

deal.....

satu kata bebaskan palestina......................

January 26, 2009 at 11:31 PM  

Post a Comment

<< Home